Inside My Heart
Demi delapan belas mantra yang kuyakini.
Demi Sembilan
arah mata angin yang terhembus dihadapku,
Dan demi apa yang ada dalam hatiku,
Terdiamlah ditempatmu berdiri.
Jangan lepas cintamu, karena kutakut kehilangan bagian
dari hidupku.
Ketika kusadar bahwa kamu adalah nafasku,
Ketika itu pula seribu pilihanku tersingkir hilang tak
berbekas
Hujan memberikanku tanda
Rintiknya membuatku termenung dalam ketidak-inginanku
menghapus bayangmu
Tiada bintang menari,
Tiada bulan bersenandung dalam pekatnya malam ini
Namun bersenyum wajahku diantara hujan mendingin nan
sunyi
Kian larut, kian indah lamunanku tentangmu
Delapan belas mantra terabadikan pada derap deru angin
yang berhembus
Janjimu membuat jasadku mati dalam dekapan alam nyata.
Biarkan mantranya menghilang pada hatimu,
Biarkan ada tanpa kusadari sebelumnya
Sembilan arah mata angin menyata dengan Para Dewanya
Menciptakan bahagia, meleburkan dosa-dosa para pertapa
cinta
Memperkuat rasa
Menelan satu langkah fatal bernama keraguan
Hanya damai yang kurasa,
Kuharap kau juga sama
adanya…


Komentar
Posting Komentar